Vendor Lanyard untuk Instansi Pemerintah: Solusi Lanyard Custom untuk Berbagai Kebutuhan
Pengadaan ID Card Custom untuk BUMN tidak hanya berkaitan dengan proses mencetak kartu. Perusahaan perlu menyiapkan data pengguna, desain resmi, kelompok kartu, holder, lanyard, jumlah pesanan, serta jadwal pembagian sebelum produksi dijalankan.
Persiapan tersebut menjadi semakin penting ketika setiap kartu memuat nama, foto, nomor pegawai, jabatan, atau unit kerja yang berbeda. Data yang belum konsisten dapat menimbulkan revisi berulang dan membuat proses personalisasi lebih sulit dikendalikan.
ID Card BUMN juga tidak menggunakan satu desain yang berlaku untuk seluruh perusahaan. Setiap BUMN, anak perusahaan, unit kerja, dan program internal dapat memiliki identitas visual serta prosedur pengadaan yang berbeda.
Karena itu, pemesanan perlu diajukan oleh perusahaan, unit yang ditunjuk, vendor resmi, atau pihak yang memiliki kewenangan menggunakan logo dan identitas perusahaan.
ID Card BUMN Tidak Menggunakan Satu Format yang Sama
BUMN merupakan kelompok badan usaha, bukan satu perusahaan dengan desain kartu yang seragam. Nama perusahaan, warna identitas, format nomor pegawai, susunan informasi, serta kebutuhan akses dapat berbeda pada setiap organisasi.
Desain ID card sebaiknya mengikuti panduan visual dan prosedur internal perusahaan yang melakukan pemesanan. Vendor tidak seharusnya membuat format berdasarkan asumsi atau contoh kartu perusahaan lain yang ditemukan secara terbuka.
Gunakan Logo dan Aset Resmi Perusahaan
Logo yang digunakan harus berasal dari perusahaan atau pihak yang mendapatkan kewenangan. File resmi biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan logo beresolusi rendah yang diambil dari internet.
Selain logo utama, perusahaan dapat menyiapkan:
panduan warna;
versi logo horizontal atau vertikal;
aturan ruang kosong di sekitar logo;
jenis huruf perusahaan;
elemen grafis pendukung;
contoh penggunaan identitas visual.
Aset tersebut membantu vendor menyiapkan desain yang lebih konsisten dengan identitas perusahaan.
Sesuaikan Warna dengan Panduan Identitas
Tidak ada satu kombinasi warna yang dapat dianggap sebagai warna wajib untuk seluruh ID Card BUMN. Warna perlu mengikuti identitas masing-masing perusahaan atau kebutuhan kelompok pengguna.
Perusahaan juga dapat menggunakan warna sebagai penanda kelompok, misalnya untuk membedakan pegawai, outsourcing, peserta magang, visitor, atau peserta program internal. Pembagian tersebut tetap mengikuti keputusan perusahaan, bukan standar umum dari vendor.
Tentukan Penanggung Jawab Approval
Satu orang atau satu tim perlu ditetapkan sebagai penanggung jawab persetujuan desain dan data. Langkah ini membantu mencegah vendor menerima beberapa versi revisi dari pihak yang berbeda.
Penanggung jawab tersebut dapat berasal dari HR, General Affairs, procurement, corporate communication, atau unit lain yang menangani identitas perusahaan.
Sebelum memberikan persetujuan produksi, penanggung jawab perlu memastikan bahwa:
logo sudah benar;
warna sudah sesuai;
susunan informasi sudah disetujui;
kelompok kartu sudah jelas;
data personal sudah diperiksa;
holder dan lanyard sudah ditentukan;
jumlah pesanan sudah sesuai.
Mulai dari Kelompok Pengguna ID Card
Pengadaan sebaiknya dimulai dengan menentukan siapa yang akan menggunakan kartu. Setiap kelompok dapat memiliki informasi, tampilan, masa berlaku, dan kebutuhan penggunaan yang berbeda.
Pemisahan sejak awal membantu perusahaan menyusun data, menentukan desain, menghitung jumlah, dan mengelompokkan hasil produksi ketika kartu akan dibagikan.
Pegawai Tetap
ID card pegawai tetap biasanya digunakan sebagai identitas utama selama bekerja. Informasi yang dicantumkan dapat berupa nama, foto, nomor pegawai, jabatan, unit kerja, dan identitas perusahaan.
Tidak semua informasi harus ditampilkan pada bagian depan. Sebagian perusahaan menempatkan informasi tambahan, ketentuan penggunaan, atau kontak internal pada bagian belakang kartu.
Pegawai Kontrak dan Outsourcing
Pegawai kontrak dan tenaga outsourcing dapat menggunakan desain yang sama atau berbeda dari pegawai tetap. Keputusan tersebut mengikuti kebijakan perusahaan.
Perbedaan dapat ditampilkan melalui:
warna kartu;
tulisan kelompok pengguna;
masa berlaku;
nomor identitas;
warna lanyard;
desain bagian belakang.
Vendor sebaiknya menerima arahan yang jelas agar kelompok pengguna tidak tertukar selama personalisasi dan pengemasan.
Peserta Magang
Peserta magang berada di perusahaan dalam periode tertentu. Karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan pencantuman masa berlaku atau penanda kelompok pada kartu.
Data peserta magang juga sebaiknya dipisahkan dari data pegawai tetap. Pemisahan ini memudahkan proses distribusi dan penarikan kartu ketika program selesai.
Visitor dan Tamu Kegiatan
Kartu visitor dapat dibuat lebih sederhana dan digunakan kembali. Informasinya tidak harus memuat data personal permanen seperti kartu pegawai.
Kartu dapat menggunakan nomor, tulisan “visitor”, nama area, atau kategori kunjungan. Penggunaannya dipadukan dengan holder dan lanyard agar identitas tamu mudah terlihat selama berada di lingkungan perusahaan.
Panitia dan Peserta Program Internal
Rapat kerja, pelatihan, gathering, seminar internal, dan program perusahaan dapat membutuhkan kartu tersendiri. Kartu kegiatan tidak selalu menggantikan ID card pegawai.
Desainnya dapat memuat nama acara, nama peserta, divisi, kelompok, atau masa berlaku program. Data kegiatan sebaiknya dikelola sebagai proyek terpisah agar tidak bercampur dengan database kartu pegawai.
Susunan Data yang Disiapkan Sebelum Produksi
Data personalisasi perlu disusun dalam satu format yang konsisten. Vendor sebaiknya tidak menerima nama, foto, jabatan, dan nomor pegawai melalui beberapa file atau percakapan terpisah.
Gunakan satu spreadsheet utama sebagai sumber data. Setiap perubahan perlu dimasukkan ke dalam file tersebut dan diberi penanda versi agar tim perusahaan serta vendor menggunakan acuan yang sama.
Contoh Kolom Data
Susunan kolom dapat disesuaikan dengan informasi yang akan dicetak. Berikut contoh format awal yang dapat digunakan:
Kolom | Contoh isi | Catatan |
Nomor urut | 001 | Membantu pencocokan data dan foto |
Nama | Andi Pratama | Gunakan aturan penulisan yang konsisten |
Nomor pegawai | EMP-0001 | Mengikuti sistem internal perusahaan |
Jabatan | Staf Administrasi | Cantumkan jika diperlukan |
Unit kerja | Divisi Operasional | Gunakan nama unit resmi |
Nama file foto | 001-Andi-Pratama.jpg | Harus sama dengan file yang dikirim |
Masa berlaku | Desember 2027 | Digunakan jika diperlukan |
Kelompok kartu | Pegawai | Membantu pemisahan desain dan distribusi |
Kolom tersebut hanya contoh. Perusahaan dapat menambah atau mengurangi informasi sesuai kebutuhan.
Data yang tidak diperlukan sebaiknya tidak dikirim atau dicetak. Hindari memasukkan informasi personal yang tidak berkaitan dengan fungsi kartu.
Penamaan File Foto
Foto perlu diberi nama yang dapat dicocokkan dengan spreadsheet. Hindari nama file umum seperti foto1.jpg, IMG001.jpg, atau pasfoto-baru.jpg.
Format yang lebih teratur dapat menggunakan:
nomor urut – nama pengguna – nomor pegawai
Contoh:
001-Andi-Pratama-EMP0001.jpg
Aturan penamaan harus digunakan secara konsisten pada seluruh file. Sebelum dikirim, jumlah foto perlu dibandingkan dengan jumlah baris data.
Format Nama dan Jabatan
Tentukan aturan penulisan sejak awal. Perusahaan perlu memutuskan apakah gelar dicantumkan, bagaimana penggunaan huruf kapital, serta apakah nama jabatan ditulis lengkap atau disingkat.
Contoh keputusan yang perlu dikunci:
menggunakan nama lengkap atau nama kerja;
menampilkan gelar atau tidak;
memakai “Manager” atau “Manajer”;
menulis nama unit secara lengkap;
menggunakan singkatan yang sama pada seluruh kartu.
Aturan ini membantu hasil personalisasi terlihat lebih seragam.
Data yang Tidak Perlu Dicetak
ID card sebaiknya hanya memuat informasi yang benar-benar dibutuhkan untuk identifikasi atau penggunaan internal.
Informasi seperti alamat pribadi, nomor telepon pribadi, nomor identitas kependudukan, atau data sensitif lain tidak perlu dicetak apabila tidak berkaitan dengan fungsi kartu.
QR code atau barcode juga perlu disiapkan melalui sistem perusahaan. Jangan menggunakan kode aktif dari kartu pegawai asli sebagai contoh desain.
Peta Komponen ID Card BUMN
Kartu merupakan satu bagian dari perlengkapan identitas. Agar dapat digunakan dengan baik, perusahaan juga perlu menentukan holder, lanyard, hook, dan aksesori lain sejak awal.
Pemilihan komponen sebagai satu paket membantu vendor menyiapkan desain, orientasi kartu, dan struktur produk yang sesuai.
Komponen | Peran dalam penggunaan |
ID card | Menampilkan identitas pengguna |
Card holder | Menempatkan dan membantu melindungi kartu |
Lanyard | Membawa kartu selama digunakan |
Hook | Menghubungkan lanyard dengan holder |
Buckle atau yoyo | Mendukung penggunaan kartu sesuai aktivitas |
Kartu akses | Mengikuti sistem akses internal perusahaan |
ID Card PVC
Kartu PVC umum digunakan untuk kartu identitas karena permukaannya dapat dicetak dan dipersonalisasi. Spesifikasi tetap perlu mencantumkan ukuran, orientasi, jumlah sisi cetak, dan informasi yang akan ditampilkan.
Perusahaan perlu memilih antara orientasi vertikal dan horizontal sebelum desain dibuat. Perubahan orientasi setelah mockup selesai dapat mengharuskan penataan ulang seluruh elemen.
Cetak dua sisi dapat digunakan ketika bagian belakang memuat informasi tambahan, seperti:
ketentuan penggunaan;
masa berlaku;
alamat perusahaan;
kontak internal;
kode atau informasi administrasi;
instruksi pengembalian kartu.
Card Holder
Holder dipilih berdasarkan ukuran dan orientasi kartu. Perusahaan juga perlu menentukan apakah holder digunakan untuk satu kartu atau beberapa kartu.
Untuk pengguna yang membawa ID card sekaligus kartu akses, pilihan holder perlu dibahas lebih lanjut. Jangan menganggap satu holder otomatis sesuai untuk seluruh jenis kartu.
Warna holder dapat dibuat netral atau dibedakan berdasarkan kelompok pengguna, selama produk yang dipilih tersedia.
Lanyard Custom
Lanyard dapat menampilkan logo, nama perusahaan, slogan, atau elemen visual lain yang telah disetujui.
Desain lanyard perlu menggunakan aset resmi. Lebar, bahan, warna, jumlah sisi cetak, hook, dan aksesori juga harus dicantumkan dalam spesifikasi.
Apabila beberapa kelompok menggunakan warna berbeda, jumlah setiap warna perlu disusun secara terpisah agar penawaran dan produksi lebih mudah dihitung.
Aksesori Penghubung
Hook menghubungkan lanyard dengan holder. Buckle memungkinkan bagian bawah dilepas dari lanyard utama, sedangkan yoyo dapat digunakan ketika kartu perlu ditarik mendekati alat pembaca.
Pemilihannya mengikuti aktivitas pengguna. Karyawan yang sering menggunakan kartu pada pintu akses dapat memiliki kebutuhan berbeda dari pegawai yang hanya menampilkan kartu sebagai identitas visual.
Fungsi kartu akses tetap mengikuti teknologi serta sistem internal perusahaan. Pencetakan kartu visual tidak otomatis membuat kartu dapat membuka pintu atau terhubung dengan mesin absensi.
Alur Data dari HR hingga Masuk Produksi
Pengadaan dalam jumlah besar membutuhkan alur yang jelas. Setiap tahap sebaiknya memiliki penanggung jawab dan batas waktu.
Alur berikut dapat digunakan sebagai dasar:
Menentukan kelompok pengguna
HR atau unit terkait membagi pegawai, kontrak, outsourcing, magang, visitor, atau peserta kegiatan.Mengumpulkan data dalam satu format
Nama, nomor identitas, jabatan, unit, masa berlaku, dan nama file foto disusun dalam spreadsheet utama.Menyiapkan aset visual resmi
Logo, warna, jenis huruf, serta panduan identitas diberikan kepada vendor.Menentukan spesifikasi produk
Perusahaan memilih orientasi kartu, jumlah sisi cetak, holder, lanyard, hook, dan aksesori.Membuat desain dan mockup
Vendor menyusun contoh tampilan berdasarkan data dummy atau data yang telah disetujui.Memeriksa desain serta susunan data
Tim perusahaan mengecek ejaan, ukuran, posisi logo, warna, kategori kartu, dan informasi yang ditampilkan.Memberikan approval final
Satu versi desain dan satu file data ditetapkan sebagai acuan produksi.Menjalankan personalisasi dan produksi
Data dimasukkan sesuai urutan serta kelompok yang telah ditentukan.Mengelompokkan hasil produksi
Kartu dapat disusun berdasarkan nama, nomor, divisi, lokasi, atau batch distribusi.Mengirim dan membagikan kartu
Produk diterima oleh penanggung jawab perusahaan sebelum dibagikan kepada pengguna.
Perubahan data setelah approval dapat membutuhkan penyesuaian jadwal, susunan file, atau proses personalisasi. Karena itu, batas akhir revisi perlu ditetapkan sebelum produksi dimulai.
Kelompok ID Card yang Sebaiknya Tidak Dicampur
Pemisahan kartu membantu perusahaan mengelola desain, masa berlaku, distribusi, dan pencatatan. Kartu yang terlihat serupa belum tentu memiliki fungsi serta periode penggunaan yang sama.
Pengelompokan tidak harus selalu menggunakan warna berbeda. Perusahaan dapat memakai tulisan, kode, desain bagian belakang, atau sistem penomoran tertentu.
Pegawai dan Visitor
ID card pegawai digunakan selama pengguna masih aktif bekerja. Kartu visitor biasanya bersifat sementara dan dikembalikan setelah kunjungan selesai.
Data keduanya sebaiknya tidak disusun dalam file personalisasi yang sama. Kartu visitor juga dapat menggunakan nomor umum tanpa nama pengguna.
Pegawai Aktif dan Peserta Magang
Peserta magang memiliki periode penggunaan yang lebih terbatas. Perusahaan dapat menambahkan masa berlaku atau penanda lain sesuai kebijakan.
Pemisahan ini membantu HR mengetahui kartu mana yang perlu ditarik setelah masa program selesai.
Kartu Identitas dan Kartu Kegiatan
Kartu untuk pelatihan, seminar internal, atau gathering memiliki tujuan yang berbeda dari ID card pegawai.
Kartu kegiatan dapat digunakan hanya selama program berlangsung. Data dan desainnya sebaiknya ditempatkan dalam folder proyek yang terpisah.
Kartu Visual dan Kartu Akses
Kartu visual menampilkan identitas pengguna. Kartu akses berhubungan dengan teknologi serta sistem keamanan internal.
Keduanya dapat digabungkan atau digunakan secara terpisah, bergantung pada sistem perusahaan. Vendor perlu menerima informasi yang jelas sebelum menawarkan bahan atau layanan yang berkaitan dengan akses.
Saat Spesifikasi Perlu Dikembalikan ke Tim Internal
Vendor sebaiknya belum menjalankan produksi ketika informasi utama masih berubah atau belum disetujui. Melanjutkan proses dengan data yang belum final dapat menghasilkan revisi dalam jumlah besar.
Beberapa kondisi berikut menunjukkan bahwa spesifikasi perlu dikembalikan kepada tim perusahaan.
Logo Belum Mendapat Persetujuan
Logo yang dikirim mungkin memiliki resolusi rendah, warna berbeda, atau bukan versi terbaru.
Tim perusahaan perlu memberikan file resmi dan memastikan bahwa versi tersebut boleh digunakan pada ID card serta lanyard.
Data Belum Konsisten
Nama unit, jabatan, penggunaan gelar, atau format nomor pegawai masih ditulis dengan cara berbeda.
Data perlu dirapikan dalam satu spreadsheet sebelum personalisasi. Vendor sebaiknya tidak menentukan sendiri format resmi nama unit atau jabatan.
Foto Tidak Sesuai Daftar
Jumlah foto dapat berbeda dari jumlah data, atau nama file tidak dapat dicocokkan dengan pengguna.
Perusahaan perlu memeriksa ulang folder foto, nomor urut, dan spreadsheet. Foto yang belum tersedia dapat diberi penanda agar tidak tercampur dengan data yang sudah lengkap.
Holder dan Orientasi Kartu Belum Dipilih
Desain vertikal tidak dapat langsung dimasukkan ke holder horizontal tanpa penyesuaian.
Orientasi kartu dan jenis holder harus ditentukan sebelum mockup final disetujui.
Fungsi Kartu Akses Belum Dipastikan
Perusahaan perlu menjelaskan apakah vendor hanya mencetak kartu visual atau juga diminta menyediakan kartu yang kompatibel dengan sistem tertentu.
Jangan menjalankan produksi berbasis asumsi. Teknologi kartu harus dikonfirmasi oleh tim yang menangani sistem akses perusahaan.
Revisi Berasal dari Banyak Pihak
Vendor dapat menerima beberapa file yang sama-sama diberi nama “final”. Kondisi ini meningkatkan risiko penggunaan versi yang salah.
Tentukan satu penanggung jawab approval dan gunakan penamaan versi yang jelas, misalnya:
Data-IDCard-Final-V3-Approved.xlsx
Simulasi Brief Pengadaan ID Card BUMN
Simulasi berikut menggunakan perusahaan dan data fiktif. Tujuannya adalah memperlihatkan cara mengubah kebutuhan internal menjadi brief yang lebih jelas.
Pengadaan untuk Pegawai dan Outsourcing
Brief: Perusahaan membutuhkan 800 kartu pegawai dan 200 kartu tenaga outsourcing.
Pertimbangan: Terdapat dua kelompok pengguna, data personalisasi berbeda, serta kebutuhan distribusi berdasarkan unit kerja.
Arah spesifikasi: Siapkan dua kategori dalam spreadsheet. Tentukan apakah desain, warna, masa berlaku, atau lanyard perlu dibedakan.
Pengemasan dapat dipisahkan berdasarkan kelompok dan divisi agar proses pembagian lebih teratur.
Penggantian Kartu secara Bertahap
Brief: Perusahaan memperbarui identitas visual, tetapi kartu lama masih digunakan sampai jadwal penggantian setiap unit tiba.
Pertimbangan: Produksi dilakukan dalam beberapa batch. Tim perlu membedakan versi lama, versi baru, lokasi, dan tanggal distribusi.
Arah spesifikasi: Buat jadwal batch, kode unit, dan penamaan file yang konsisten. Setiap batch memperoleh approval data tersendiri tanpa mengubah desain utama.
Kartu untuk Program Pelatihan Internal
Brief: Perusahaan membutuhkan 150 kartu peserta untuk program selama tiga bulan.
Pertimbangan: Kartu hanya digunakan dalam periode tertentu dan tidak menggantikan ID card pegawai.
Arah spesifikasi: Gunakan kelompok data terpisah, tampilkan nama program serta masa berlaku jika diperlukan, lalu tentukan apakah kartu akan dikembalikan setelah kegiatan.
Holder dan lanyard dapat disesuaikan dengan pola penggunaan selama pelatihan.
Format Brief untuk Meminta Penawaran Vendor
Brief yang lengkap membantu vendor menghitung kebutuhan produk dan menyiapkan mockup yang relevan. Perusahaan tidak harus langsung mengirim seluruh data pegawai untuk meminta estimasi awal.
Informasi yang dapat disiapkan meliputi:
nama perusahaan atau unit;
pihak penanggung jawab;
kelompok pengguna;
jumlah setiap kelompok;
ukuran dan orientasi kartu;
cetak satu atau dua sisi;
kebutuhan data personal;
holder;
lanyard;
hook atau aksesori;
desain atau panduan visual;
kebutuhan kartu akses jika ada;
sistem pengelompokan hasil;
lokasi pengiriman;
tanggal penggunaan.
Contoh brief:
Membutuhkan 500 paket ID card pegawai dengan data personal, cetak dua sisi, holder vertikal, dan lanyard custom. Data dibagi berdasarkan lima unit kerja. Produk dibutuhkan untuk distribusi pada tanggal yang telah ditentukan.
Dari brief tersebut, vendor dapat meminta detail tambahan yang benar-benar diperlukan sebelum menyiapkan penawaran final.
Pertanyaan tentang ID Card Custom untuk BUMN
Pengadaan ID card perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda pada setiap proyek. Desain, jumlah, data, holder, dan lanyard perlu disesuaikan dengan brief resmi.
Berikut beberapa pertanyaan yang dapat muncul sebelum pemesanan.
Apakah VendorLanyard Bisa Membuat ID Card dengan Logo BUMN?
Pembuatan dapat dibahas untuk pemesanan resmi dari perusahaan, unit kerja, vendor yang ditunjuk, atau pihak yang memiliki kewenangan menggunakan identitas tersebut.
Pemesan perlu menyediakan logo dan aset visual yang telah disetujui.
Apakah Setiap Kartu Bisa Menggunakan Nama dan Foto Berbeda?
Kebutuhan personalisasi dapat dibahas berdasarkan jumlah kartu, format data, susunan desain, dan layanan produksi yang tersedia.
Data sebaiknya dikirim dalam satu spreadsheet dengan penamaan foto yang konsisten.
Apakah ID Card Sudah Termasuk Holder dan Lanyard?
Kelengkapan mengikuti paket atau penawaran yang disepakati.
Perusahaan perlu mencantumkan kebutuhan kartu, holder, lanyard, serta aksesori sejak awal agar seluruh komponen dapat dihitung dalam satu brief.
Apakah Kartu Bisa Sekaligus Digunakan untuk Akses?
Fungsi akses mengikuti teknologi kartu dan sistem perusahaan. Cetak visual tidak otomatis membuat kartu dapat terhubung dengan pintu, lift, atau mesin absensi.
Spesifikasi teknologinya perlu dikonfirmasi oleh tim internal yang menangani sistem akses.
Apakah Beberapa Desain Bisa Diproduksi dalam Satu Pesanan?
Kebutuhan beberapa desain dapat dibahas berdasarkan jumlah setiap kategori, perbedaan data, warna, orientasi, serta susunan pengemasan.
Pisahkan setiap kelompok dalam spreadsheet agar vendor dapat menghitung dan memprosesnya dengan lebih teratur.
Bagaimana Mengurangi Risiko Data Tertukar?
Gunakan satu spreadsheet utama, nomor urut, nama file foto yang konsisten, folder terpisah untuk setiap kelompok, dan satu penanggung jawab approval.
Sebelum produksi, jumlah data, foto, serta kategori kartu perlu diperiksa kembali.
Siapkan Pengadaan ID Card dan Lanyard Perusahaan Bersama VendorLanyard
VendorLanyard membantu memenuhi kebutuhan ID card, holder, dan lanyard custom untuk perusahaan, unit kerja, serta kegiatan organisasi. Setiap pesanan dapat dibahas berdasarkan kelompok pengguna, desain resmi, jumlah, aksesori, dan jadwal distribusi.
Tim perusahaan dapat memulai konsultasi dengan menyiapkan perkiraan jumlah, kategori kartu, orientasi, kebutuhan personalisasi, holder, lanyard, dan tanggal penggunaan. Dari brief tersebut, tim VendorLanyard dapat membantu menyusun arah produk serta mockup sebelum pesanan masuk produksi.
Pemesanan yang memakai logo, nama, atau identitas perusahaan perlu diajukan oleh pihak yang memiliki kewenangan. Dengan data dan approval yang terpusat, proses pengadaan ID Card Custom untuk BUMN dapat berjalan lebih teratur dari tahap desain hingga pembagian kepada pengguna.