Cara Membuat Brief Lanyard Custom agar Vendor Tidak Salah Produksi
Ketika memesan lanyard custom, banyak orang langsung mengirim logo lalu mengatakan, “Tolong dibuatkan lanyard seperti ini.” Cara tersebut memang bisa menjadi langkah awal, tetapi untuk kebutuhan perusahaan, instansi, atau event dengan jumlah produksi cukup banyak, informasi seperti itu sering belum cukup.
Vendor perlu mengetahui apa yang sebenarnya ingin diproduksi. Berapa jumlahnya, ukuran yang diinginkan, seperti apa desainnya, bahan apa yang dipertimbangkan, aksesori apa yang diperlukan, kapan barang harus tersedia, dan ke mana barang akan dikirim. Semakin jelas informasi tersebut sejak awal, semakin kecil kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman antara customer dan vendor.
Karena itu, brief lanyard custom dapat digunakan sebagai ringkasan kebutuhan sebelum masuk ke tahap penawaran dan produksi. Brief tidak harus selalu berupa dokumen yang rumit. Yang penting, informasi penting mengenai produk dapat dipahami dengan jelas oleh pihak yang akan mengerjakannya.
Apa Saja yang Perlu Dicantumkan?
Secara sederhana, brief pemesanan lanyard dapat memuat beberapa informasi berikut:
Komponen | Informasi yang Disiapkan |
|---|---|
Kebutuhan | Untuk karyawan, event, seminar, komunitas, atau lainnya |
Quantity | Perkiraan jumlah lanyard |
Ukuran | Lebar dan panjang yang diinginkan, jika sudah ditentukan |
Bahan | Material yang diinginkan atau opsi yang sedang dipertimbangkan |
Warna | Warna dasar dan warna identitas perusahaan |
Desain | Logo, tulisan, pattern, atau elemen grafis |
Printing | Teknik cetak yang diinginkan jika sudah diketahui |
Aksesori | Hook, stopper, buckle, atau holder jika diperlukan |
Deadline | Kapan produk dibutuhkan |
Pengiriman | Lokasi tujuan dan kebutuhan distribusi |
Tidak semua bagian harus sudah final ketika pertama kali menghubungi vendor. Jika customer belum mengetahui bahan atau teknik cetak yang paling sesuai, informasi mengenai fungsi dan tampilan yang diinginkan tetap bisa diberikan terlebih dahulu. Dari sana, spesifikasi teknis dapat dibicarakan lebih lanjut.
Kenapa Brief Lanyard Penting Sebelum Produksi?
Lanyard custom memiliki banyak komponen yang saling berkaitan. Perubahan pada satu bagian dapat memengaruhi bagian lainnya. Misalnya, desain yang terlihat bagus pada layar belum tentu memberikan hasil yang sama ketika diterapkan pada tali dengan ukuran tertentu.
Begitu juga dengan jumlah produksi. Kebutuhan 100 pcs tentu dapat memiliki pertimbangan yang berbeda dengan kebutuhan ribuan pcs, terutama ketika berkaitan dengan proses produksi, pemeriksaan desain, waktu pengerjaan, dan pengiriman.
Dengan brief yang jelas, pembicaraan antara customer dan vendor dapat dimulai dari informasi yang sama. Vendor dapat memahami kebutuhan produk, sementara customer mempunyai kesempatan untuk memastikan bahwa spesifikasi yang dibicarakan memang sesuai dengan kebutuhan.
Brief Membantu Mengurangi Miskomunikasi
Bayangkan customer hanya mengirim logo tanpa memberikan keterangan lain. Vendor mungkin masih harus menanyakan:
Berapa jumlahnya?
Mau ukuran berapa?
Dipakai untuk apa?
Logo dicetak satu sisi atau bagaimana?
Perlu hook jenis tertentu?
Kapan dibutuhkan?
Pertanyaan tersebut sebenarnya wajar. Namun jika informasi dasar sudah disiapkan sejak awal, proses komunikasi bisa menjadi lebih terarah.
Brief bukan berarti menghilangkan proses diskusi. Justru brief menjadi titik awal diskusi yang lebih terstruktur sebelum spesifikasi final disepakati.
Brief Juga Membantu Saat Meminta Penawaran
Untuk kebutuhan perusahaan, customer sering perlu membandingkan beberapa penawaran sebelum menentukan vendor. Agar perbandingannya tidak bias, spesifikasi yang diberikan kepada setiap vendor sebaiknya dibuat relatif sama.
Misalnya satu vendor diberi informasi “lanyard custom 1.000 pcs”, sedangkan vendor lain diberi detail bahan, ukuran, printing, hook, dan target pengiriman. Penawaran yang dihasilkan tentu lebih sulit dibandingkan secara langsung.
Dengan brief yang lebih lengkap, quotation dari vendor dapat dibandingkan berdasarkan spesifikasi yang sama.
Apa Saja yang Harus Dicantumkan dalam Brief Lanyard Custom?
1. Tentukan Dulu Kebutuhan Lanyard
Mulailah dari fungsi produknya.
Apakah lanyard akan digunakan sebagai identitas karyawan? Apakah untuk seminar? Event? Gathering? Pameran? Atau kebutuhan operasional perusahaan?
Informasi ini penting karena penggunaan lanyard dapat memengaruhi pilihan desain, aksesori, dan spesifikasi produk.
Misalnya lanyard untuk karyawan sehari-hari mungkin lebih menekankan identitas perusahaan dan kenyamanan penggunaan. Sementara lanyard event bisa membutuhkan desain yang lebih menonjol karena menjadi bagian dari identitas acara.
2. Cantumkan Quantity
Jumlah merupakan salah satu informasi dasar dalam brief pemesanan lanyard.
Tidak harus selalu berupa angka yang sudah 100% final. Jika masih dalam tahap perencanaan, customer dapat memberikan perkiraan quantity terlebih dahulu.
Contohnya:
Kebutuhan awal sekitar 1.000 pcs, quantity final masih menunggu konfirmasi internal.
Informasi seperti ini jauh lebih membantu daripada hanya mengatakan “butuh lanyard dalam jumlah banyak”.
Jika quantity sudah pasti, tuliskan angka finalnya. Jika kebutuhannya terbagi menjadi beberapa kelompok, dapat dibuat lebih rinci.
Kebutuhan | Quantity |
|---|---|
Karyawan | 800 pcs |
Supervisor | 100 pcs |
Cadangan | 100 pcs |
Total | 1.000 pcs |
Angka di atas hanya contoh penyusunan brief, bukan ketentuan quantity produksi.
3. Tentukan Ukuran Jika Sudah Mengetahuinya
Lebar lanyard dapat menjadi bagian dari spesifikasi produksi. Pilihan ukuran sebaiknya disesuaikan dengan desain, fungsi, dan kenyamanan penggunaan.
Jika customer belum menentukan ukuran, tidak perlu memaksakan keputusan sebelum berdiskusi dengan vendor. Cukup tuliskan kebutuhan atau referensi yang diinginkan.
Misalnya:
“Ingin lanyard yang terlihat cukup lebar untuk menampilkan logo perusahaan, tetapi tetap nyaman digunakan sehari-hari.”
Informasi seperti ini dapat menjadi dasar pembicaraan mengenai pilihan ukuran.
4. Jelaskan Bahan yang Diinginkan
Jika perusahaan sudah mempunyai spesifikasi bahan, cantumkan secara jelas.
Namun jika belum tahu, customer dapat menjelaskan karakter yang diinginkan, misalnya:
permukaan halus,
terasa nyaman,
tampilan matte,
ingin warna terlihat kuat,
atau membutuhkan karakter bahan tertentu.
Jangan sekadar menulis “bahan terbaik”, karena istilah tersebut terlalu subjektif.
Lebih baik menjelaskan kebutuhan akhirnya sehingga vendor dapat membantu mengarahkan pilihan material yang sesuai.
5. Siapkan Warna Identitas Perusahaan
Jika lanyard akan membawa identitas perusahaan, warna sebaiknya tidak hanya ditulis:
“Biru seperti logo.”
Jika perusahaan mempunyai brand guideline atau referensi warna resmi, gunakan referensi tersebut.
Untuk kebutuhan yang memerlukan konsistensi warna, informasi seperti kode warna atau referensi warna dapat membantu proses produksi. VendorLanyard sendiri sudah memiliki pembahasan tersendiri mengenai matching warna menggunakan Pantone pada bahan kain sintetis, sehingga topik tersebut nantinya tidak perlu diulang panjang di artikel ini.
Desain dan Logo: Jangan Hanya Kirim File
Logo memang menjadi bagian penting dari brief, tetapi file logo saja belum tentu menjelaskan bagaimana logo tersebut ingin diterapkan pada lanyard.
Customer sebaiknya memberikan informasi tambahan seperti:
logo utama yang digunakan,
nama perusahaan,
tulisan tambahan,
pattern,
slogan jika memang diperlukan,
warna dasar,
referensi desain,
dan posisi elemen yang diinginkan jika sudah ditentukan.
Jika tersedia beberapa versi logo, jelaskan mana yang merupakan versi final.
Hal ini akan membantu mencegah situasi ketika vendor menggunakan file yang ternyata bukan versi terakhir.
Bagaimana Jika Belum Punya Desain Lanyard?
Tidak semua customer memiliki artwork yang sudah siap produksi.
Dalam kondisi seperti ini, cukup sampaikan elemen yang ingin ditampilkan dan berikan referensi visual jika ada.
Contohnya:
“Lanyard warna biru corporate, menggunakan logo perusahaan di kedua sisi, dengan nama perusahaan sebagai pattern.”
Dari brief seperti ini, pembahasan desain dapat dilanjutkan sebelum masuk ke produksi.
Yang perlu diperhatikan adalah desain final tetap perlu dikonfirmasi sebelum produksi. VendorLanyard sudah memiliki artikel khusus mengenai approval desain sebelum produksi massal, sehingga artikel ini cukup mengarahkan pembaca ke pembahasan tersebut.
Contoh Brief Lanyard Custom untuk Perusahaan
Berikut contoh sederhana brief produksi lanyard yang dapat digunakan sebagai gambaran:
Komponen | Contoh Brief |
|---|---|
Kebutuhan | Lanyard ID card karyawan |
Quantity | 1.000 pcs |
Lebar | 2 cm |
Warna | Warna corporate perusahaan |
Desain | Logo + nama perusahaan |
Pattern | Logo berulang |
Printing | Custom sesuai desain |
Hook | Menyesuaikan ID card |
Target penggunaan | Onboarding karyawan |
Deadline | Disesuaikan jadwal perusahaan |
Pengiriman | Kantor pusat |
Sekali lagi, contoh di atas bukan paket spesifikasi baku. Angka, material, teknik cetak, dan aksesori harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Yang ingin ditunjukkan dari contoh tersebut adalah cara menyusun informasi, bukan menetapkan bahwa semua lanyard perusahaan harus mempunyai spesifikasi yang sama.
Contoh Brief Lanyard untuk Event
Brief untuk event dapat dibuat sedikit berbeda karena desain biasanya berkaitan dengan identitas acara.
Misalnya:
Komponen | Contoh |
|---|---|
Kebutuhan | Lanyard peserta seminar |
Quantity | 500 pcs |
Desain | Logo event + sponsor |
Warna | Mengikuti tema acara |
Tulisan | Nama event |
Aksesori | Hook untuk ID card |
Target penggunaan | Seminar |
Deadline | Sebelum hari pelaksanaan |
Pengiriman | Venue/event organizer |
Untuk event, informasi mengenai tanggal acara menjadi sangat penting. Jangan hanya menyampaikan kapan ingin memesan. Sampaikan kapan barang harus sudah tersedia sehingga vendor dapat memahami target waktunya.
Bagaimana Jika Belum Tahu Semua Spesifikasinya?
Ini pertanyaan yang cukup penting bagi calon pembeli.
Customer tidak harus selalu sudah mengetahui seluruh detail teknis sebelum menghubungi vendor.
Jika baru mengetahui bahwa perusahaan membutuhkan lanyard custom, informasi awal seperti jumlah perkiraan, fungsi penggunaan, desain/logo, target waktu, dan lokasi pengiriman sudah bisa menjadi bahan diskusi.
Setelah kebutuhan tersebut dipahami, barulah detail seperti material, lebar, teknik printing, atau aksesori dapat dibahas lebih lanjut.
Dengan kata lain, brief bukan ujian teknis bagi customer. Fungsinya adalah membantu menyampaikan kebutuhan sejelas mungkin agar vendor dapat memberikan arahan dan penawaran yang relevan.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Brief Lanyard
Ada beberapa kesalahan sederhana yang cukup sering membuat proses pemesanan menjadi lebih panjang.
Hanya mengirim logo
Logo belum menjelaskan quantity, ukuran, bahan, aksesori, maupun deadline.
Tidak mencantumkan quantity
Vendor akan kesulitan memberikan gambaran penawaran jika jumlah produksinya belum jelas.
Desain belum final tetapi dianggap sudah final
Pastikan file yang dikirim memang versi yang akan digunakan atau beri keterangan bahwa desain masih dalam tahap revisi.
Tidak menyampaikan deadline
“Secepatnya” bisa memiliki arti berbeda bagi setiap orang. Lebih baik menyampaikan tanggal atau periode ketika barang dibutuhkan.
Tidak menjelaskan aksesori
Lanyard yang digunakan bersama ID card membutuhkan komponen penghubung yang sesuai. Jika ada kebutuhan khusus, sebaiknya dicantumkan sejak awal.
Mengirim brief ke vendor yang berbeda dengan spesifikasi berbeda
Jika sedang membandingkan beberapa vendor, gunakan brief yang sama agar quotation lebih mudah dibandingkan.
Dari Brief ke Produksi: Apa yang Terjadi Setelahnya?
Setelah brief diterima, proses tidak otomatis langsung masuk mesin produksi.
Secara umum, informasi dari brief perlu diterjemahkan menjadi spesifikasi produksi yang lebih jelas. Kemudian customer dan vendor dapat membahas detail yang masih belum ditentukan, termasuk desain, bahan, printing, aksesori, quantity, dan waktu pengerjaan.
Alurnya dapat digambarkan sederhana:
Brief kebutuhan → pembahasan spesifikasi → quotation → desain/mockup → approval → produksi → QC → pengiriman
Setiap tahap memiliki fungsi berbeda. Quotation berkaitan dengan penawaran berdasarkan kebutuhan, sedangkan approval memastikan desain atau spesifikasi yang akan diproduksi sudah disetujui.
Untuk kebutuhan produksi massal, tahap approval menjadi semakin penting karena perubahan setelah produksi berjalan dapat menimbulkan masalah yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Checklist Brief Lanyard Custom Sebelum Dikirim
Sebelum menghubungi vendor lanyard, gunakan checklist berikut:
Checklist | Status |
|---|---|
Tujuan penggunaan sudah jelas | ☐ |
Quantity sudah ditentukan/perkirakan | ☐ |
Ukuran sudah ditentukan atau sudah ada preferensi | ☐ |
Bahan sudah ditentukan atau karakter yang diinginkan sudah dijelaskan | ☐ |
Warna sudah ditentukan | ☐ |
Logo sudah tersedia | ☐ |
Tulisan/pattern sudah dijelaskan | ☐ |
File desain sudah diperiksa | ☐ |
Teknik printing sudah ditentukan atau ingin dikonsultasikan | ☐ |
Hook/aksesori sudah ditentukan | ☐ |
Target waktu sudah disampaikan | ☐ |
Lokasi pengiriman sudah diketahui | ☐ |
PIC untuk komunikasi sudah ditentukan | ☐ |
Semakin lengkap checklist tersebut, semakin mudah vendor memahami kebutuhan yang sebenarnya.
Siap Mengirim Brief ke Vendor Lanyard?
Jika kebutuhan sudah dirangkum, brief dapat digunakan sebagai dasar komunikasi dengan vendor untuk membahas spesifikasi dan penawaran.
Untuk kebutuhan lanyard custom, tidak masalah jika sebagian spesifikasi teknis belum diketahui. Yang penting, kebutuhan utama seperti fungsi, quantity, desain, target waktu, dan lokasi pengiriman sudah disampaikan dengan jelas.
Setelah itu, detail produksi dapat dibicarakan sampai spesifikasi yang akan diproduksi benar-benar dipahami oleh kedua pihak.
Dengan cara tersebut, proses cara pesan lanyard custom tidak lagi sekadar mengirim logo dan menunggu harga. Customer sudah memberikan informasi yang cukup untuk memulai pembicaraan produksi secara lebih terarah.
Checklist Brief Lanyard Custom yang Bisa Langsung Dipakai
Kalau kebutuhan lanyard sudah mulai masuk tahap pemesanan, brief sebaiknya dibuat sesederhana mungkin tetapi tetap mencakup informasi yang benar-benar dibutuhkan. Tidak perlu membuat dokumen yang panjang. Bahkan format tabel sederhana seperti berikut sudah cukup untuk menjadi dasar komunikasi dengan vendor.
Bagian | Yang Perlu Diisi |
|---|---|
Tujuan | Perusahaan, event, seminar, sekolah, komunitas, dll. |
Quantity | Jumlah pcs yang dibutuhkan |
Ukuran | Lebar/panjang jika sudah ditentukan |
Bahan | Jenis bahan atau karakter bahan yang diinginkan |
Warna | Warna dasar dan warna branding |
Logo | Logo yang akan digunakan |
Tulisan | Nama perusahaan, event, slogan, dll. |
Pattern | Ada/tidak, termasuk referensi jika tersedia |
Printing | Teknik printing jika sudah diketahui |
Hook | Jenis pengait jika sudah ditentukan |
Aksesori | Stopper, buckle, holder, dan sebagainya |
File desain | Format dan status file |
Deadline | Tanggal barang dibutuhkan |
Pengiriman | Kota/alamat tujuan |
PIC | Nama dan kontak penanggung jawab |
Format tersebut juga bisa digunakan sebagai brief produksi lanyard untuk kebutuhan internal perusahaan. Misalnya bagian purchasing mendapatkan permintaan dari marketing, kemudian seluruh informasi tersebut dirangkum sebelum dikirimkan kepada vendor.
Jangan Lupa Menentukan PIC
Satu hal yang sering dianggap sepele adalah siapa yang menjadi penanggung jawab komunikasi.
Untuk pemesanan perusahaan, sebaiknya ada satu PIC yang mengetahui detail kebutuhan. Dengan begitu, ketika ada pertanyaan mengenai desain, quantity, ukuran, atau revisi, vendor tidak menerima instruksi yang berbeda-beda dari beberapa orang.
Ini menjadi semakin penting ketika lanyard diproduksi dalam jumlah besar.
Brief yang Baik Bukan Berarti Harus Serba Final
Ada perbedaan antara informasi yang wajib diketahui sejak awal dan spesifikasi yang masih bisa didiskusikan.
Contohnya, customer mungkin sudah tahu bahwa mereka membutuhkan 2.000 lanyard untuk karyawan, tetapi belum tahu apakah sebaiknya menggunakan material tertentu atau teknik printing tertentu.
Tidak masalah.
Customer dapat menulis:
“Membutuhkan 2.000 pcs lanyard untuk penggunaan karyawan. Logo perusahaan akan digunakan. Menginginkan tampilan yang rapi dan nyaman untuk pemakaian rutin. Mohon rekomendasi material dan teknik printing yang sesuai.”
Brief seperti ini justru lebih berguna daripada customer menebak-nebak spesifikasi teknis yang belum dipahami.
Vendor kemudian dapat memberikan alternatif berdasarkan kebutuhan tersebut.
Bedakan “Kebutuhan” dan “Permintaan Spesifikasi”
Ini juga membantu ketika membuat spesifikasi lanyard custom.
Misalnya:
Kebutuhan:
Lanyard digunakan oleh karyawan setiap hari dan harus menampilkan identitas perusahaan dengan jelas.
Permintaan spesifikasi:
Lebar 2 cm, warna corporate, menggunakan logo perusahaan, dan memakai hook tertentu.
Jika ukuran 2 cm tersebut memang sudah menjadi standar internal perusahaan, tentu bisa langsung dicantumkan. Tetapi jika belum, sebaiknya jangan menganggap angka tertentu sebagai satu-satunya pilihan.
Dengan membedakan kebutuhan dan spesifikasi, vendor lebih mudah memahami mana yang merupakan hasil akhir yang diinginkan dan mana yang merupakan preferensi teknis customer.
Bagaimana Menyampaikan File Desain?
File desain merupakan bagian penting dari brief, tetapi sebaiknya jangan langsung diasumsikan bahwa setiap file yang dikirim sudah siap produksi.
Sampaikan juga status file tersebut.
Misalnya:
Logo: final
Desain lanyard: masih draft
Pattern: belum final
Referensi: terlampir
Atau jika semuanya sudah selesai:
Logo: final
Artwork: final
Warna: mengikuti brand guideline
Desain: siap untuk proses approval
Informasi sederhana seperti ini membantu vendor memahami apakah file tersebut boleh langsung diproses atau masih menunggu revisi.
Untuk kebutuhan produksi, file desain juga perlu diperiksa agar tidak terjadi masalah ketika masuk proses cetak. VendorLanyard memiliki pembahasan khusus mengenai persiapan file vector untuk kebutuhan cetak lanyard yang dapat dijadikan referensi tambahan.
Jangan Menganggap Mockup sebagai Hasil Produksi Final
Mockup sangat berguna untuk melihat gambaran desain sebelum produksi. Namun customer tetap perlu memperhatikan bahwa tampilan pada layar dan hasil produk fisik merupakan dua hal yang berbeda.
Pada tahap approval, perhatikan kembali:
tulisan,
logo,
warna,
posisi desain,
pattern,
ukuran,
aksesori,
dan detail lain yang sudah disepakati.
Tujuannya bukan sekadar memastikan desain terlihat bagus, tetapi memastikan apa yang disetujui memang sesuai dengan brief awal.
Jika ada perubahan, sebaiknya perubahan tersebut diselesaikan sebelum produksi dimulai.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Ada Perubahan Setelah Brief Dikirim?
Perubahan kebutuhan merupakan hal yang mungkin terjadi. Misalnya quantity berubah, logo diperbarui, warna corporate mengalami revisi, atau deadline dimajukan.
Jangan hanya menyampaikan perubahan melalui pesan singkat seperti:
“Pak, desainnya ganti yang terbaru ya.”
Lebih aman jika perubahan dirangkum kembali.
Contohnya:
Update Brief – Revisi 02
Quantity: dari 1.000 menjadi 1.200 pcs
Logo: menggunakan file terbaru
Warna: mengikuti artwork revisi
Deadline: tetap sesuai pembahasan sebelumnya
Dengan cara tersebut, versi informasi yang digunakan menjadi lebih mudah dilacak.
Ini terutama berguna untuk proyek perusahaan yang melibatkan beberapa pihak seperti procurement, marketing, desain, dan vendor.
Untuk Repeat Order, Simpan Brief Produksi Sebelumnya
Brief tidak hanya berguna untuk pesanan pertama.
Jika perusahaan melakukan repeat order lanyard, dokumen atau catatan spesifikasi dari produksi sebelumnya dapat menjadi referensi yang sangat membantu.
Misalnya perusahaan sebelumnya telah menggunakan:
ukuran tertentu,
material tertentu,
warna corporate,
desain tertentu,
jenis hook tertentu,
dan konfigurasi aksesori tertentu.
Pada pemesanan berikutnya, informasi tersebut dapat digunakan sebagai baseline. Jika ada perubahan, cukup tandai bagian yang berubah.
Cara ini membantu mengurangi kemungkinan spesifikasi lama tercampur dengan spesifikasi baru.
Untuk perusahaan dengan banyak cabang, kebutuhan repeat order juga dapat menjadi lebih kompleks karena desain atau distribusi dapat berbeda antar lokasi. VendorLanyard memiliki pembahasan tersendiri mengenai lanyard custom untuk banyak cabang dengan perbedaan desain dan pengiriman.
Contoh Format Brief yang Lebih Praktis
Jika tidak ingin membuat dokumen panjang, format berikut dapat langsung disalin ke email atau WhatsApp saat menghubungi vendor:
BRIEF LANYARD CUSTOM
Kebutuhan:
Lanyard ID card untuk karyawan
Quantity:
1.000 pcs
Ukuran:
Belum ditentukan, mohon rekomendasi
Bahan:
Belum ditentukan
Warna:
Mengikuti warna corporate
Desain:
Logo perusahaan + nama perusahaan
Printing:
Custom, mohon rekomendasi teknik yang sesuai
Hook:
Untuk digunakan bersama ID card
Aksesori:
Belum ditentukan
Deadline:
Barang dibutuhkan sebelum [tanggal]
Pengiriman:
[Kota/alamat]
File:
Logo terlampir, desain lanyard masih dalam proses
PIC:
[Nama + nomor kontak]
Format seperti ini sudah cukup untuk membuka pembicaraan dengan vendor tanpa customer harus memahami seluruh aspek teknis produksi.
Brief Lanyard untuk Perusahaan vs Event
Walaupun struktur dasarnya sama, informasi yang paling penting dapat berbeda berdasarkan kebutuhan.
Aspek | Perusahaan | Event |
|---|---|---|
Fokus utama | Identitas dan penggunaan rutin | Identitas acara |
Desain | Logo/brand perusahaan | Logo event, sponsor, tema |
Quantity | Berdasarkan jumlah pengguna | Berdasarkan peserta |
Deadline | Jadwal internal | Sebelum hari acara |
Aksesori | Menyesuaikan ID card | Menyesuaikan event pass |
Repeat order | Sering relevan | Tergantung event |
Distribusi | Kantor/cabang | Venue atau beberapa lokasi |
Karena itu, jangan menggunakan brief yang sama secara mentah untuk semua kebutuhan. Struktur dasarnya boleh sama, tetapi detailnya perlu mengikuti tujuan penggunaan.
Membuat brief lanyard custom sebenarnya tidak sulit. Prinsipnya adalah memastikan vendor mengetahui apa yang ingin dibuat, berapa jumlahnya, bagaimana tampilannya, kapan dibutuhkan, dan ke mana produk akan dikirim.
Jika spesifikasi teknis tertentu belum diketahui, tidak perlu menebak. Sampaikan saja kebutuhan akhirnya dan minta rekomendasi. Sebaliknya, jika perusahaan sudah mempunyai standar internal, masukkan spesifikasi tersebut secara jelas ke dalam brief.
Yang paling penting, jangan berhenti pada pengiriman logo. Logo hanyalah salah satu bagian dari kebutuhan produksi. Quantity, ukuran, bahan, warna, printing, aksesori, deadline, file desain, dan proses approval juga perlu diperhatikan.
Dengan brief yang lebih lengkap, proses komunikasi dengan vendor menjadi lebih terarah sejak awal—dan peluang terjadinya salah spesifikasi sebelum produksi pun dapat dikurangi.