Lanyard Custom Perusahaan, Kapan Sebaiknya Menggunakan Logo, Nama atau Identitas Brand?
Ketika perusahaan membuat lanyard custom, pertanyaan yang muncul biasanya bukan hanya soal ukuran tali atau jenis kait. Ada keputusan lain yang sering dianggap sederhana tetapi sebenarnya cukup penting: apa yang sebaiknya dicetak pada lanyard?
Apakah cukup menggunakan logo? Perlukah nama perusahaan ditulis? Bagaimana dengan slogan, website, warna brand, atau pattern? Dan apakah lanyard untuk karyawan harus dibuat sama dengan lanyard untuk visitor atau event?
Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua perusahaan. Lanyard merupakan bagian dari benda yang digunakan secara berulang, sehingga elemen yang dicetak sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan, kebutuhan identifikasi, dan strategi branding perusahaan.
Jawaban cepat GSO: untuk lanyard custom perusahaan, logo biasanya menjadi identitas utama. Nama perusahaan dapat ditambahkan ketika brand perlu lebih mudah dikenali, sedangkan slogan, website, pattern, atau identitas tambahan digunakan jika memang memiliki fungsi yang jelas. Yang paling penting adalah menjaga konsistensi visual ketika perusahaan memiliki beberapa jenis lanyard.
Dengan pendekatan tersebut, lanyard tidak hanya menjadi tali untuk membawa ID card, tetapi juga dapat menjadi bagian dari identitas visual perusahaan.
Mengapa Elemen yang Dicetak pada Lanyard Perusahaan Perlu Dipikirkan?
Lanyard biasanya digunakan dalam waktu yang cukup lama dan terlihat ketika seseorang mengenakan ID card. Artinya, apa yang dicetak pada tali akan ikut terlihat dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi perusahaan, kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat pengenalan brand secara konsisten. Namun, bukan berarti semua informasi perusahaan harus dimasukkan ke dalam satu desain.
Lanyard mempunyai bidang yang relatif sempit. Jika terlalu banyak informasi dipaksakan masuk, identitas utama justru bisa menjadi kurang jelas.
Karena itu, keputusan yang lebih tepat bukan:
“Bagaimana memasukkan sebanyak mungkin informasi?”
Melainkan:
“Identitas apa yang paling penting untuk dikenali dari lanyard ini?”
Dari pertanyaan tersebut, perusahaan dapat menentukan apakah cukup menggunakan logo atau membutuhkan tambahan nama, warna brand, slogan, pattern, maupun identitas lainnya.
Kapan Cukup Menggunakan Logo Perusahaan?
Logo dapat menjadi pilihan ketika tujuan utama lanyard adalah memperkuat identitas visual perusahaan.
Perusahaan yang sudah memiliki brand recognition cukup kuat mungkin tidak membutuhkan banyak tulisan tambahan. Logo yang digunakan secara konsisten sudah dapat menjadi penanda visual bagi karyawan maupun orang yang melihatnya.
Contohnya, desain sederhana:
LOGO — LOGO — LOGO — LOGO
atau:
LOGO — NAMA PERUSAHAAN — LOGO — NAMA PERUSAHAAN
Pilihan tersebut membuat tampilan lanyard tetap bersih dan mudah dikenali.
Logo saja juga dapat dipertimbangkan ketika lanyard digunakan sebagai bagian dari seragam identitas karyawan dan informasi detail sudah tersedia pada ID card.
Dalam kondisi seperti ini, lanyard berfungsi sebagai elemen branding, sedangkan ID card menjadi media utama untuk informasi identitas pengguna.
Kapan Nama Perusahaan Sebaiknya Ditampilkan?
Nama perusahaan dapat ditambahkan ketika logo saja belum cukup untuk membuat identitas mudah dikenali.
Hal ini terutama relevan jika logo perusahaan memiliki bentuk simbol yang tidak secara langsung menunjukkan nama brand.
Dengan menambahkan nama perusahaan, orang yang melihat lanyard tidak harus menebak identitas pemilik logo tersebut.
Misalnya:
LOGO + NAMA PERUSAHAAN
Kombinasi tersebut cukup sederhana tetapi dapat memberikan informasi yang lebih jelas.
Nama perusahaan juga berguna ketika lanyard digunakan dalam kegiatan yang melibatkan banyak organisasi, seperti konferensi, pameran, seminar, atau kegiatan antarlembaga.
Dalam situasi seperti itu, identitas perusahaan yang tertulis pada lanyard dapat membantu membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya.
Apakah Slogan Perusahaan Perlu Dicetak?
Slogan tidak selalu harus dicantumkan.
Jika slogan merupakan bagian penting dari identitas brand dan cukup singkat, penggunaannya dapat menjadi elemen pendukung yang menarik.
Namun, slogan yang terlalu panjang justru dapat membuat desain lanyard terlihat penuh.
Sebelum memasukkan slogan, tanyakan:
Apakah slogan tersebut benar-benar membantu mengenalkan brand?
Jika jawabannya iya dan panjang teks masih sesuai dengan bidang lanyard, slogan dapat dipertimbangkan.
Jika slogan hanya ditambahkan karena “masih ada ruang kosong”, lebih baik ruang tersebut digunakan untuk menjaga desain tetap sederhana.
Lanyard bukan tempat untuk menampilkan seluruh pesan komunikasi perusahaan.
Apakah Website Perusahaan Perlu Dicantumkan?
Website dapat dicantumkan apabila memang mempunyai fungsi sebagai identitas atau sarana pengenalan brand.
Contohnya perusahaan menggunakan lanyard sebagai bagian dari merchandise, kegiatan promosi, pameran, atau event yang melibatkan orang di luar organisasi.
Dalam konteks tersebut, alamat website dapat menjadi informasi tambahan yang membantu orang mengetahui perusahaan.
Namun, untuk lanyard karyawan yang digunakan sehari-hari, website belum tentu menjadi elemen yang wajib.
Pertimbangkan terlebih dahulu apakah pengguna lanyard memang membutuhkan informasi tersebut atau apakah logo dan nama perusahaan sudah cukup.
Kapan Pattern Brand Berguna?
Pattern dapat digunakan ketika perusahaan ingin menciptakan tampilan lanyard yang lebih khas.
Pattern biasanya berupa pengulangan elemen visual tertentu, misalnya bentuk geometris, potongan logo, simbol brand, atau motif yang berasal dari identitas visual perusahaan.
Keuntungan pattern adalah desain tidak harus bergantung pada satu logo besar.
Misalnya:
pattern brand + logo + nama perusahaan
dapat memberikan tampilan yang lebih dinamis dibandingkan lanyard polos dengan satu logo.
Namun, pattern sebaiknya tetap mengikuti karakter brand.
Jika identitas perusahaan minimalis, pattern yang terlalu ramai justru dapat terasa tidak sesuai.
Sebaliknya, brand yang memang menggunakan elemen grafis kuat dapat memanfaatkan pattern sebagai bagian dari karakter visual lanyard.
Apakah Setiap Departemen Perlu Desain Lanyard Berbeda?
Tidak selalu.
Perbedaan desain antar-departemen sebaiknya dibuat jika memang memiliki fungsi identifikasi yang jelas.
Misalnya perusahaan mempunyai:
tim operasional;
security;
sales;
teknisi;
customer service;
management.
Jika semua menggunakan desain yang sama, identitas perusahaan menjadi lebih konsisten. Jika beberapa kelompok memang perlu dibedakan secara visual, variasi tertentu dapat digunakan.
Contohnya bukan mengganti seluruh identitas brand, tetapi mempertahankan:
logo + warna utama perusahaan
kemudian memberikan elemen pembeda pada bagian tertentu.
Dengan cara tersebut, lanyard masih terlihat sebagai bagian dari satu brand meskipun mempunyai beberapa varian.
Bagaimana Jika Perusahaan Memiliki Banyak Cabang?
Perusahaan dengan banyak cabang menghadapi kebutuhan yang sedikit berbeda.
Satu perusahaan dapat memiliki kantor pusat dan beberapa lokasi operasional. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan perlu menentukan apakah semua cabang menggunakan desain yang sama atau memiliki elemen pembeda.
Pilihan pertama adalah menggunakan satu desain nasional:
Logo + nama perusahaan
Keuntungannya adalah identitas brand sangat konsisten.
Pilihan kedua adalah menambahkan identitas cabang:
Logo + nama perusahaan + nama cabang
Contohnya:
PT Contoh Indonesia
Cabang Yogyakarta
atau:
PT Contoh Indonesia
Surabaya
Pilihan ketiga adalah membuat varian tertentu berdasarkan kebutuhan masing-masing lokasi.
Namun, semakin banyak varian yang dibuat, semakin penting perusahaan memiliki sistem penamaan dan persetujuan desain yang jelas.
Untuk kebutuhan perusahaan yang memiliki banyak lokasi, pembahasan lebih lanjut dapat diarahkan ke artikel Lanyard Custom Banyak Cabang: Bisa Beda Desain & Pengiriman?.
Apakah Lanyard Karyawan, Visitor, dan Event Harus Sama?
Tidak harus.
Ketiganya dapat menggunakan identitas brand yang sama tetapi mempunyai fungsi yang berbeda.
Lanyard karyawan
Fokus utamanya adalah identitas internal dan konsistensi brand.
Elemen yang umum digunakan:
logo;
nama perusahaan;
warna brand.
Lanyard visitor
Fokusnya lebih banyak pada identifikasi status pengguna.
Misalnya:
VISITOR + LOGO PERUSAHAAN
Identitas tersebut dapat membantu membedakan pengunjung dari karyawan.
Lanyard event
Lanyard event dapat menggunakan identitas kegiatan sekaligus brand perusahaan.
Misalnya:
LOGO EVENT + NAMA EVENT + LOGO PENYELENGGARA
Dengan begitu, satu identitas perusahaan dapat tetap terlihat tanpa membuat semua jenis lanyard harus mempunyai desain identik.
Bagaimana Menjaga Konsistensi Brand pada Beberapa Desain?
Ini menjadi semakin penting ketika perusahaan mempunyai banyak varian lanyard.
Misalnya perusahaan memiliki lanyard untuk:
karyawan;
visitor;
event;
training;
sales;
teknisi;
cabang.
Jika masing-masing dibuat tanpa aturan visual, identitas perusahaan dapat terlihat tidak konsisten.
Karena itu, tentukan beberapa elemen yang harus tetap sama.
Contohnya:
Elemen | Aturan |
|---|---|
Logo | Selalu menggunakan versi resmi |
Warna utama | Mengikuti identitas brand |
Nama perusahaan | Menggunakan penulisan resmi |
Tipografi | Konsisten jika memungkinkan |
Pattern | Mengikuti elemen visual brand |
Elemen pembeda | Disesuaikan dengan fungsi |
Dengan sistem seperti ini, variasi desain tetap terasa sebagai bagian dari perusahaan yang sama.
Apakah Warna Lanyard Harus Mengikuti Warna Brand?
Jika lanyard digunakan sebagai bagian dari branding perusahaan, mengikuti warna brand merupakan pilihan yang cukup masuk akal.
Warna dapat menjadi salah satu elemen yang paling cepat dikenali secara visual.
Namun, bukan berarti seluruh permukaan lanyard harus menggunakan satu warna utama perusahaan.
Warna brand dapat digunakan sebagai:
background;
aksen;
pattern;
warna tulisan;
kombinasi beberapa warna identitas.
Yang penting adalah menjaga hubungan visual dengan brand guideline perusahaan.
Jika perusahaan sudah memiliki aturan penggunaan warna, sebaiknya gunakan referensi tersebut ketika menyiapkan desain.
Bagaimana Jika Logo Perusahaan Sudah Sangat Kompleks?
Logo yang kompleks membutuhkan pertimbangan lebih ketika diterapkan pada lanyard.
Masalahnya bukan selalu karena logo tersebut tidak dapat digunakan, tetapi karena ukuran bidang lanyard terbatas.
Logo yang mempunyai banyak detail mungkin terlihat sangat jelas ketika ditampilkan besar di layar. Ketika ukurannya diperkecil untuk diterapkan pada tali, beberapa detail dapat menjadi kurang terlihat.
Karena itu, perusahaan sebaiknya menentukan elemen logo mana yang paling penting untuk dipertahankan.
Jika perusahaan mempunyai beberapa versi logo, seperti logo lengkap dan logo simbol, vendor dapat membantu mempertimbangkan versi mana yang lebih sesuai dengan ukuran lanyard.
Bagaimana Jika Perusahaan Memiliki Banyak Identitas Produk?
Perusahaan besar kadang memiliki corporate brand sekaligus beberapa product brand.
Misalnya satu perusahaan memiliki:
Corporate Brand
dan:
Brand A
Brand B
Brand C
Dalam kondisi tersebut, jangan langsung mencampurkan semua logo ke dalam satu lanyard.
Tentukan terlebih dahulu siapa pengguna lanyard dan identitas mana yang paling relevan.
Jika lanyard digunakan oleh karyawan corporate, identitas perusahaan induk mungkin lebih sesuai.
Jika digunakan oleh tim brand tertentu dalam sebuah event, identitas produk atau sub-brand dapat menjadi elemen utama.
Keputusan tersebut akan membuat desain lebih terarah dan menghindari lanyard terlihat terlalu ramai.
Apakah Lanyard Perusahaan Harus Selalu Terlihat Promosi?
Tidak.
Ada perbedaan antara identitas brand dan media promosi.
Lanyard karyawan biasanya lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari identitas perusahaan. Karena itu, desain yang terlalu banyak informasi promosi belum tentu diperlukan.
Sementara untuk pameran, event, atau merchandise, pendekatan yang lebih promotional mungkin lebih relevan.
Jadi sebelum memilih elemen yang dicetak, tentukan dulu fungsi lanyard:
identifikasi, branding, atau promosi?
Satu lanyard bahkan bisa mempunyai ketiga fungsi tersebut, tetapi salah satunya sebaiknya menjadi prioritas utama.
Contoh Komposisi Lanyard Custom Perusahaan
Berikut beberapa contoh sederhana yang dapat menjadi referensi awal.
Untuk karyawan
LOGO — NAMA PERUSAHAAN — LOGO — NAMA PERUSAHAAN
Fokus: identitas corporate.
Untuk visitor
LOGO — VISITOR — LOGO — VISITOR
Fokus: membedakan status pengguna.
Untuk event perusahaan
LOGO EVENT — NAMA EVENT — LOGO PERUSAHAAN
Fokus: identitas acara dan penyelenggara.
Untuk merchandise
LOGO — PATTERN BRAND — WEBSITE — LOGO
Fokus: branding dan pengenalan brand.
Untuk cabang perusahaan
LOGO — NAMA PERUSAHAAN — NAMA CABANG
Fokus: corporate identity sekaligus identifikasi lokasi.
Contoh tersebut bukan formula wajib. Tujuannya hanya membantu perusahaan membayangkan bagaimana elemen brand dapat disusun berdasarkan fungsi.
Bagaimana Menentukan Elemen Utama pada Lanyard?
Cara paling sederhana adalah menentukan satu pertanyaan utama:
“Ketika seseorang melihat lanyard ini selama satu atau dua detik, apa yang paling ingin perusahaan mereka kenali?”
Jika jawabannya adalah nama perusahaan, prioritaskan nama.
Jika jawabannya adalah logo, buat logo menjadi elemen dominan.
Jika tujuannya mengenalkan sebuah event, nama event dapat menjadi elemen utama.
Jika tujuannya membedakan visitor dan karyawan, kata seperti VISITOR dapat memperoleh prioritas visual.
Setelah elemen utama ditentukan, baru tambahkan elemen pendukung yang memang mempunyai fungsi.
Pendekatan ini biasanya lebih efektif dibandingkan memasukkan semua informasi yang tersedia.
Checklist Branding Sebelum Membuat Lanyard Custom Perusahaan
Sebelum desain masuk tahap produksi, perusahaan dapat memeriksa beberapa pertanyaan berikut:
☐ Apa tujuan utama lanyard?
☐ Siapa pengguna lanyard?
☐ Apakah logo harus menjadi elemen utama?
☐ Apakah nama perusahaan perlu ditampilkan?
☐ Apakah slogan benar-benar diperlukan?
☐ Apakah website mempunyai fungsi pada desain ini?
☐ Apakah warna sudah mengikuti identitas brand?
☐ Apakah pattern diperlukan?
☐ Apakah setiap departemen membutuhkan pembeda?
☐ Apakah visitor dan karyawan perlu dibedakan?
☐ Apakah cabang membutuhkan identitas lokasi?
☐ Apakah seluruh varian tetap terlihat sebagai satu brand?
Checklist tersebut dapat membantu perusahaan mengambil keputusan sebelum masuk ke tahap finalisasi desain.
Jadi, Mana yang Lebih Penting Logo, Nama atau Identitas Brand?
Sebenarnya ketiganya tidak perlu dipertentangkan.
Logo berfungsi sebagai simbol visual.
Nama perusahaan membantu memperjelas identitas.
Identitas brand mencakup sistem yang lebih luas seperti warna, tipografi, pattern, gaya visual, dan elemen lain yang membuat sebuah perusahaan mudah dikenali.
Untuk sebagian perusahaan, kombinasi logo dan nama sudah cukup.
Untuk perusahaan lain, pattern dan warna brand dapat menjadi bagian penting dari desain.
Yang menentukan bukan seberapa banyak elemen yang dimasukkan, tetapi seberapa relevan elemen tersebut dengan fungsi lanyard.
Lanyard custom perusahaan dapat menjadi bagian kecil tetapi konsisten dari identitas visual sebuah organisasi.
Logo dapat digunakan sebagai identitas utama. Nama perusahaan dapat ditambahkan untuk memperjelas brand. Slogan dan website dapat digunakan jika memang mempunyai fungsi. Sementara warna dan pattern dapat membantu menjaga karakter visual perusahaan tetap terlihat.
Ketika perusahaan mempunyai banyak jenis pengguna, seperti karyawan, visitor, event, atau cabang, desain tidak harus selalu sama. Variasi tetap memungkinkan selama elemen utama brand dijaga konsisten.
Jadi sebelum membuat lanyard custom perusahaan, jangan hanya menentukan warna dan ukuran tali. Tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dikenali dari lanyard tersebut dan siapa yang akan menggunakannya.
Dengan keputusan branding yang jelas, desain lanyard akan lebih mudah diarahkan dan tidak perlu dipenuhi terlalu banyak informasi.
Pada akhirnya, lanyard yang baik bukanlah lanyard yang memuat informasi paling banyak, melainkan lanyard yang mampu menyampaikan identitas yang paling penting dengan jelas dan konsisten.
FAQ
Apa yang sebaiknya dicetak pada lanyard perusahaan?
Umumnya dapat berupa logo, nama perusahaan, warna brand, slogan, website, atau pattern. Pilih elemen berdasarkan fungsi lanyard dan siapa yang akan menggunakannya.
Apakah lanyard perusahaan cukup menggunakan logo?
Bisa. Jika logo sudah mudah dikenali dan informasi identitas pengguna tersedia pada ID card, logo saja dapat menjadi pilihan yang sederhana dan efektif.
Apakah nama perusahaan perlu dicetak bersama logo?
Tidak selalu, tetapi kombinasi logo dan nama perusahaan dapat membantu memperjelas identitas, terutama jika logo berupa simbol yang tidak langsung menunjukkan nama brand.
Apakah slogan perusahaan perlu dimasukkan ke lanyard?
Slogan dapat digunakan jika singkat dan memang mendukung identitas brand. Jika terlalu panjang atau membuat desain terlalu padat, slogan sebaiknya tidak dipaksakan.
Apakah website perusahaan perlu dicetak pada lanyard?
Website dapat digunakan jika lanyard berfungsi sebagai bagian dari branding atau merchandise. Untuk lanyard internal karyawan, website belum tentu diperlukan.
Apakah lanyard karyawan dan visitor harus menggunakan desain yang sama?
Tidak harus. Keduanya dapat mempertahankan identitas brand yang sama tetapi menggunakan elemen pembeda agar status pengguna lebih mudah dikenali.
Apakah setiap cabang perusahaan boleh memiliki desain lanyard berbeda?
Boleh, selama sistem identitas brand tetap konsisten. Nama cabang dapat ditambahkan sebagai elemen pembeda tanpa harus mengubah seluruh identitas visual perusahaan.
Bagaimana menjaga konsistensi desain lanyard perusahaan?
Tetapkan elemen yang harus selalu konsisten, seperti versi logo, warna utama, penulisan nama perusahaan, dan elemen visual brand. Variasi dapat dibuat pada bagian yang memang diperlukan untuk membedakan fungsi atau pengguna.